9 Strategi Syaitan Memperdayakan Manusia

1. Was-was
Membisikan keraguan kepada manusia ketika ingin melakukan kebaikan dan amal sholeh. Contoh, ketika solat subuh. Kita selalu menangguhkan beberapa menit walaupun sudah terjaga dari tidur. Namun hal ini bukan hanya beberapa menit tetapi lebih dari itu sehingga sholat kita menjadi terlambat atau tidak menjalankan sholat secara langsung. Terkadang kita juga was-was saat menjalankan sholat sehingga sholat yang kita lakukan menjadi acak-acakan.

2. Tazyin
Membungkuskan kemaksiatan dalam kenikmatan, sehingga maksiat itu terlihat indah. Sebagai contoh, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tanpa ada ikatan pernikahan. Kemesrahan yang ditonjolkan terlihat lebih nikmat daripada melakukannya setelah menikah. Hal ini dapat menjurus ke perbuatan maksiat.

3) Tamanni
Memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan. Ada di antara kita yang mempunyai niat sebelum tidur untuk bangun mendirikan solat tahajud dengan menetapkan alarm pada jam tiga pagi. Apabila loceng jam berbunyi, kita segera mematikannya dan meneruskan tidur hingga tidak dapat menunaikan hajat itu. Pernah kita ingin bertaubat?. Namun pada saat maksiat di depan mata, sebagian dari kita terus melakukannya dan melakukannya berkali-kali.

4) A’dawah
Berusaha menanamkan permusuhan. Dapat bermula dari hal yang kecil, kemudian syaitan menumbuhkan sikap permusuhan bahkan menyebabkan kehilangan nyawa. Lebih-lebih melibatkan permusuhan antar suami-isteri, kakak beradik, dan antar bertetangga.

5) Takhwif
Menakut-nakutkan. Syaitan akan coba menakut-nakuti manusia dalam
hal-hal kebaikan. Contohnya, kitatakut jatuh miskin jika menyedekahkan harta. Sebagian lain, takut dikira alim jika kita sering datang ke masjid atau kemajelis-majelis ilmu agama.

6) Shaddun
Berusaha menghalangi manusia daripada menjalankan perintah Allah dengan menggunakan pelbagai cara. Rasa malas untuk sholat dan mengatuk ketika membaca al-Quran adalah antara gejala godaan dari syaitan

7) Wa’dun
Membuat janji palsu. Syaitan membisikkan kepada manusia untuk menbuat janji palsu. Misalnya, seorang wanita sanggup menyerahkan kehormatannya kepada kekasih yang berjanji untuk menikahinya. Namun, apabila wanita itu hamil, kekasihnya lepas tangan dan menghilangkan diri.

8)Kaidun
Terbujuk dan terpedaya. Sebagian dari kita menangguhkan sesuatu pekerja dengan alasan masih banyak waktu. Namun apabila sampai di saat-saat akhir, kita mengerjakannya dengan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak memuaskan.

9) Nisyan
Lupa. Lupa adalah sifat awal dari manusia. Namun syaitan berusaha menjadikan manusia pelupa dengan alasan untuk menutupi tanggungjawab. Anda tentu pernah lupa untuk menunaikan, lupa akan janji, dan lupa sesuatu perkerjaan yang harus dikerjakan. Terkadang lupa adalah sesuatu yang normal namun kalau sering dilakukan berarti kita terjebak dengan strategi syaitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s