Istighfar Kunci Untuk Menyelesaikan Berbagai Persoalan Hidup

by ISLAMIC UNITED

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda ”Barangsiapa yang melazimkan istighfar, niscaya Allah pasti akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan. Dan kelapangan dari setiap kesedihan dan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka” (Riwayat Abu Dawud).

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, suatu ketika datanglah seorang laki-laki kepada Imam Hasan Al-Bashri mengadukan kekeringan kebunnya dan kegersangan daerahnya, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah!”. Tak lama datang lagi seseorang kepada Imam Al-Hasan mengadukan kefakiran dan kemiskinannya, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah!”.

Lain waktu lagi datanglah seseorang kepadanya mengadukan tentang kemarau yang panjang, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah!”.

Yang lain lagi datang kepadanya mengadu tentang tidak punya keturunan: “Doakanlah kepada Allah, agar aku diberi anak keturunan!” Maka beliau berkata; “Beristighfarlah kepada Allah!”.

Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepada Imam Al-Hasan, “Banyak orang yang mengadukan bermacam-macam masalah, tapi Anda menjawab dengan jawaban yang sama, memerintahkan mereka agar beristighfar?”. Maka beliau menjawab: “Aku tidak mengatakan demikian itu dari diriku, tetapi bukankah Allah sendiri yang berfirman?” Imam Hasan lantas mengutip sebuah ayat “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan rnengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. ” (Nuh [71]: 10-12).

Perintah Taubat dan Istighfar

Tidak satu pun manusia yang luput dari kesalahan. Karena itu, Rasulullah (SAW) bersabda; “Setiap anak-cucu Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (Riwayat Muslim)

Banyak ayat al-Qur’ au dan al-Hadits yang memerintahkan bertaubat dan istighfar. Bahkan nabi kita Muhammad SAW masih bertaubat dan beristighfar dalam sehari semalam lebih dari seratus kali. Padahal, Rasulullah SAW adalah manusia yang paling bertakwa, manusia yang paling baik di sisi Allah SWT, dan dijamin diampuni dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang. Sekalipun demikian beliau masih banyak beristighfar, juga memohonkan ampun untuk umatnya. Tapi umatnya justru menjengkelkan, merasa sok suci, dan malas beristighfar.

Barangkali hati ini salah berniat pikiran salah berkeinginan, mata salah memandang, dan mungkin juga lisan salah berucap, maka istighfarlah obatnya, atau mungkin saja sikap qona’ah kita kurang, rasa syukur kita kendur, ibadah kita kurang khusyuk, dan mujahadah kita mulai layu. Selain itu, keimanan dan keislaman kita begini-begini saja, maka obatilah dengan istighfar!

Keutamaan Istighfar

Pertama, Allah SWT pasti memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesempitan, Allah SWT juga memberikan keringanan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tak terduga. Ada saja rezeki mampir dari arah kanan-kiri, depan dan belakang.

Kedua, dalam hidup tidaklah selamanya bahagia. Pasti sekali-kali manusia mengalami kesedihan. Hari ini tertawa besok berduka. Beberapa saat merasakan kekayaan, dan esok harinya ditimpa cobaan. Antara suka dan duka silih berganti mengunjungi kehidupan. Maka, seorang Muslim harus siap dan paham menghadapi kesedihan yang liisa saja setiap saat menimpanya.

Ketiga, orang yang tidal, banyak beristighfar berada pada keadaan yang berbahaya. Jiwanya merasa gersang, sempit, dan sedih. Keadaan seperti itu membuat dia tertekan, depressi hingga bunuh diri.

Keempat, memperbanyak istighfar akan membuat jauh dari perbuatan menggunjing, mengadu domba, berbohong, serta berkala keji. Selama lidah sibuk berzikir, selama itulah ia terpelihara dari pembicaraan sia-sia, berdusta, mengumpat dan sebagainya. Kalau ia lidak sibuk berzikir, tentu ia akan sibuk dengan yang macam-macam.

Kelima, istighfar dapat mengusir dan mengalahkan setan. Dalam sebuah atsar diriwayatkan, ketika bala tentara setan mampu menyesatkan manusia dengan dosa-dosa, mereka berkata. “Kita membinasakan Bani Adam dengan dosa-dosa, namun mereka balik membinasakanku dengan istighfar.” (Syarah Riyadhus shalihin, Ibnu Utsaimin. Hadits no. 1.882)

Keenam, Allah SWT akan mengeluarkanNya dari setiap kesempitan, dan melapangkan dari setiap kesedihan. Yang dirasakan hati tinggallah rasa gembira dan berseri-seri. Hati tidak akan merasa tenteram kecuali dengan zikir.

Ketujuh, istighfar merupakan benteng dari kemaksiatan. Dengan banyak bertaubat kepada Allah SWT di setiap saat. maka akan terbayang keagunganNya bahwa Dia adalah Zat yang tidak pantas untuk didurhakai.

Kedelapan, barang siapa membaca Sayyidul istighfar setiap menjelang pagi dan sore dalam keadaan yakin, maka apabila dia meninggal dunia di malam harinya niscaya dia akan dimasukkan surga. Dan demikian, juga apabila di pagi hari. (Riwayat Imam Bukhari).

Kesembilan, Allah SWT akan memberi kenikmatan yang langgeng secara terus menerus. “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akani meniberi nikmat yang baik (terus menerus) kepadamu…”(Hud [ll]: 3).

Kesepuluh, Allah SWT akan memberikan kemakmuran kepada penduduk suatu desa atau kota, “Dan Hud berkata, `Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia pasti menurunkam hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepadamu dan janganlah kamu berpaling dengan berhuat dosa.” (Hud [11]l: 52).

Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat di atas mengatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar dan bertobat Barang siapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah SWT akan memudahkan rezekinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya.”

Menurut Imam Ar-Rozi, maksudnva adalah keberkahan dari langit dengan turunnya hujan, keberkahan di bumi dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan buah-buahan, banyaknya hewan ternak dan gembalaan serta diperolehnya keamanan dan keselamatan. Hal ini karena langit adalah laksana ayah dan bumi bagaikan Ibu. Dari keduanva diperoleh semua bentuk manfaat dan keberkahan bagi anak-anak bumi berdasarkan penciptaan dan pengurusan Allah Ta’ala.

Penutup

Setiap orang pasti menginginkan keluasan rezeki dan kemakmuran hidup. Maka konsekuensinya, hendaklah menjaga dirinya dari segala dosa, mentaati perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Maka barang siapa menginginkan buah rezeki hendaknya ia menaburkan benihnya; selalu banyak beristighfar dan bertobat. Namun demikian, biarpun mulutnya komat-kamit beristighfar, tapi jika tetap saja berdusta, menggunjing dan berkata buruk maka sama saja bohong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s